Selasa, 08 Juni 2010

Jurnal Penyesuaian

A. Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan nilai akun-akun setiap buku besar yang belum mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.

Tujuan penyesuaian :
- Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
- Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan beban menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode

B. Akun-Akun yang Perlu Disesuaikan Pada Akhir Periode Akuntansi

Tidak semua akun memerlukan jurnal penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun-akun yang lazim disesuaikan pada akhir periode akuntansi untuk perusahaan jasa adalah sebagai berikut:

1. Beban dibayar di muka (prepaid expenses)
2. Pendapatan diterima di muka (deferred revenue)
3. Piutang pendapatan (accrued receivable)
4. Beban yang masih harus dibayar (accrued expense)
5. Pemakaian aktiva tetap (depreciation of fixed asset)
6. Pemakaian perlengkapan

C. Pencatatan Jurnal Penyesuaian

1. Beban dibayar di muka

Beban dibayar di muka adalah transaksi yang pada saat terjadinya dikelompokkan sebagai harta(aktiva), tetapi akan menjadi beban di kemudian hari. Beban ini merupakan harta perusahaan yang akan memberikan manfaat di masa yang akan datang.

Contoh dari akun beban dibayar di muka adalah sewa dibayar di muka, asuransi dibayar di muka, iklan dibayar di muka, bunga dibayar di muka, dan sebagainya.

Pencatatan beban dibayar di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- dicatat sebagai harta
- dicatat sebagai beban

Ilustrasi pencatatan:

Pada tanggal 1 Agustus 2008 perusahaan membayar sewa kantor untuk masa dua tahun sebesar Rp12.000.000,00.

Jika dicatat sebagai harta, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari sewa kantor yang telah menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) dengan nilai sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00).

Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




Jika dicatat sebagai beban, maka ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya akhir periode akuntansi ditetapkan tanggal 31 Desember 2008, sehingga bagian dari sewa kantor yang belum menjadi beban sampai dengan akhir periode akuntansi adalah 17 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (17/24 x Rp12.000.000,00).

Jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




2. Pendapatan diterima di muka

Pendapatan diterima di muka adalah transaksi yang sejak awalnya dicatat sebagai utang (kewajiban), tetapi akan menjadi pendapatan di kemudian hari. Pendapatan ini timbul karena perusahaan telah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, tetapi belum menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Contoh dari akun pendapatan diterima di muka adalah sewa diterima di muka, bunga diterima di muka, asuransi diterima di muka, dan sebagainya.

Pencatatan pendapatan diterima di muka dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
- dicatat sebagai utang (kewajiban)
- dicatat sebagai pendapatan

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 1 Agustus 2008 diterima sewa toko untuk masa dua tahun sebesar Rp12.000.000,00.

Jika dicatat sebagai utang (kewajiban), ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang telah menjadi pendapatan adalah 5 bulan (1 Agustus 2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp2.500.000,00 (5/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




Jika dicatat sebagai pendapatan, ayat jurnal pada tanggal 1 Agustus 2008 adalah:




Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, bagian dari sewa yang belum menjadi pendapatan adalah 19 bulan (1 Januari 2009 - 31 Juli 2010) dengan nilai sebesar Rp9.500.000,00 (19/24 x Rp12.000.000,00), ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




3. Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima

Piutang pendapatan / Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sudah menjadi hak dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau diterima pembayarannya.

Contoh akun pendapatan yang masih harus diterima adalah bunga yang masih harus diterima (piutang bunga), sewa yang masih harus diterima (piutang sewa), dan sebagainya.

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 1 November 2008 didepositokan uang ke bank sebesar Rp100.000.000,00 untuk tiga bulan dengan bunga 6% per tahun. Bunga deposito diterima secara bulanan setiap tanggal 1 bulan berikutnya.

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, pendapatan bunga untuk bulan Desember 2008 sebesar Rp500.000,00 (=Rp100.000.000,00 x 0,5%) yang akan diterima tanggal 1 Januari 2009 harus dicatat sebagai pendapatan pada periode akuntansi tahun 2008, ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:





4. Utang beban / Beban yang masih harus dibayar

Utang beban / Beban yang masih harus dibayar adalah beban yang sudah menjadi kewajiban dilihat dari segi waktu tetapi belum dicatat atau dilakukan pembayarannya.

Contoh akun beban yang masih harus dibayar adalah gaji yang masih harus dibayar, bunga yang masih harus dibayar, dan sebagainya.

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 1 Maret 2008 perusahaan meminjam uang ke Bank sebesar Rp20.000.000,00 dengan bunga 12% per tahun. Bunga dibayar di belakang setiap tanggal 1 September dan 1 Maret.

Misalnya periode akuntansi berakhir pada tanggal 31 Desember 2008, maka beban bunga yang dibebankan untuk periode akuntansi yang bersangkutan adalah selama empat bulan (1 September 2008 - 31 Desember 2008) sebesar Rp800.000,00 (=Rp20.000.000,00 x 4/12 x 12%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:


5. Penyusutan aktiva tetap

Penyusutan aktiva tetap adalah berkurangnya kemampuan suatu aktiva tetap untuk memberikan manfaat ekonomis secara berangsur-angsur sejalan dengan perjalanan waktu.

Contoh akun aktiva tetap adalah peralatan kantor, peralatan toko, kendaraan, mesin, gedung, tanah, dan sebagainya.

Besarnya nilai penyusutan aktiva tetap dicatat sebagai beban penyusutan aktiva tetap (D), tetapi tidak langsung dicatat pada aktiva tetap yang bersangkutan karena aktiva tetap harus dicatat sebesar harga perolehannya, akun yang dipakai adalah akumulasi penyusutan aktiva tetap (K) yang merupakan akun kontra aktiva tetap tersebut.

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 31 Desember 2008 dalam neraca saldo terdapat akun Gedung dengan saldo sebesar Rp350.000.000,00.

Misalnya pada akhir periode akuntansi diputuskan untuk menyusutkan nilai gedung sebesar 10%, sehingga besarnya beban penyusutan gedung yang ditetapkan pada periode tersebut sebesar Rp35.000.000,00 (=Rp350.000.000,00 x 10%), ayat jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:





6. Pemakaian perlengkapan

Perlengkapan adalah barang yang dipergunakan untuk kegiatan perusahaan yang habis terpakai dalam jangka waktu satu tahun. Pada akhir periode akuntansi harus dihitung berapa perlengkapan yang sudah terpakai dan berapa perlengkapan yang masih tersisa.

Contoh akun perlengkapan adalah perlengkapan toko, perlengkapan kantor, dan sebagianya.

Pencatatan pemakaian perlengkapan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a. sebagai harta (aktiva)
b. sebagai beban

Ilustrasi pencatatan:

Tanggal 15 Mei 2008 dibeli perlengkapan kantor seharga Rp2.500.000,00 secara tunai. Pada akhir periode akuntansi tanggal 31 Desember 2008, perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00.

Jika dicatat sebagai harta (aktiva), ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:




Bagian perlengkapan yang sudah terpakai sebesar Rp1.750.000,00 (=Rp2.500.000,00 - Rp750.000,00) ditetapkan menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:




Jika dicatat sebagai beban, ayat jurnal pada tanggal 15 Mei 2008 adalah:




Bagian perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp750.000,00 belum menjadi beban, ayat jurnal penyesuaiannya pada tanggal 31 Desember 2008 adalah:

Neraca Saldo

A. Pengertian Neraca Saldo

Neraca saldo (neraca sisa / daftar saldo / daftar sisa ) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan saldo-saldo akhir yang terdapat dalam masing-masing buku besar.

B. Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo berfungsi untuk menguji kebenaran pencatatan transaksi yang terjadi pada periode tertentu ke dalam jurnal dan ke buku besar dengan cara menjumlahkan saldo debetnya dan seluruh saldo kreditnya. Apabila jumlah debet sama dengan jumlah kredit berarti ada kemungkinan pencatatan telah benar, tetapi jika tidak sama berarti pencatatannya salah.

C. Bentuk Neraca Saldo











D. Cara Menyusun Neraca Saldo

( 1 ) Lajur nomor akun diisi dengan nomor-nomor akun yang dicatat saldonya.
( 2 ) Lajur nama akun diisi dengan nama-nama akun yang terjadi pada periode tersebut.
( 3 ) Lajur debet dan kredit diisi dengan saldo-saldo akun.
( 4 ) Jumlahkan kolom debet dan juga kolom kredit.

Contoh:

Berikut ini adalah buku besar - buku besar yang terdapat pada usaha "Jujur Service" yang telah selesai di posting untuk bulan Desember 1999:





Jika data-data di atas disusun dalam bentuk neraca saldo akan tampak sebagai berikut:

Buku besar adalah catatan akhir yang merupakan kumpulan rekening neraca dan rugilaba yang merangkum catatan akuntansi. Jumlah rekening yang digunakan oleh perusahaan tergantung pada jenis perusahaan, Besar kecilnya perusahaan dan informasi yang dibutuhkan. Bila ruang lingkup perusahaan sudah cukup luas, akan terdapat jumlah transaksi yang cukup besar. Dalam hal ini catatan dalam rekening buku besar perlu keterangan lebih rinci maka dilakukan dengan cara membuat buku pembantu yang berbentuk rekening-rekening, sehingga dapat dikatakan buku pembantu adalah rincian rekening-rekening dalam buku besar.

Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah :

1.Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dna hanya berbentuk seperti huruf T besar.Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akundiletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas.

Contoh buku besar bentuk T :

Nama Akun : Kas Kode : 101

DEBET

KREDIT

2.Bentuk Skontro Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom.Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit.

Contoh buku besar skontro :

Nama Akun : Utang Usaha Kode : 201

Tanggal Keterangan Ref Debet Tanggal Keterangan Ref Kredit


















Siklus Akuntansi Jasa

3. B en t uk staffle(berkolom saldo tunggal)

Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.contohnya dibawah

Ini: kode:301

tanggal keterangan ref debet kredit D/K saldo


















4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap

Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal.Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit,contohnya di bawah ini:

kode:111

tanggal keterangan ref debet kredit Saldo

Debet

kredit


















Keterangan:

  1. Diisi tanggal transaksi secara kronologis
  2. Diisi penjelasan transaksi
  3. Diisi sumber posting dan halaman jurnal
  4. Diisi jumlah uang yang didebet
  5. Diisi jumlah uang yang dikredit
  6. Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit

Prosedur Posting

Posting adalah pemindahan dari jurnal ke buku besar sesuai dengan tanggal transaksi di jurnal secara kronologis.

a.Pindah bukukan tanggal transaksi dalam jurnal ke tanggal akun buku besar.

b.Cocokan kode akun di buku jurnal dengan nomor akun di buku besar.

c.Jika dalam jurnal akun yang diposting ada disebelah debet maka pindahkan ke akun buku besar sebelah debet dan begitu pula sebaliknya.

Prosedur posting secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut :

ALI TAILOR

JURNAL UMUM

BULAN MEI 2005

Halaman 01

TANGGAL
KETERANGAN REF DEBET KREDIT
Mei 1 Kas Modal tuan Ali 111

301

4.000.000 4.000.000

BUKU BESAR

NAMA AKUN:KAS KODE .111

tanggal keterangan ref debet kredit Saldo

Debet

kredit
Mei 1
JU-1 4.000.000

4.000.000










NAMA AKUN:MODAL TUAN ALI KODE: 301

tanggal keterangan ref debet kredit Saldo

Debet

kredit
MEI
JU-1
4.000.000

4.000.000









Berikut ini jurnal umum ALI TAILOR selama bulan mei 2005 pada contoh soal di atas:

tanggal Keterangan
ref debet kredit
1 mei

2 mei

4 mei

10 mei

12 mei

18 mei

19 mei

20 mei

21 mei

22 mei

25 mei

30 mei

31 mei

Kas

Modal Tn. Ali

(Setoran modal awal Tn. Ali)

Sewa Dibayar Dimuka

Kas

(Pembayaran sewa ruko)

Perlengkapan Jahit

Kas

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya

Kas

Pendapatan jahit

(Pendapatan jahit tunai)

Peralatan Jahit

Kas

Utang Usaha

(Pembelian peralatan sebagian tunai ke Toko Sekawan)

Piutang Usaha

Pendapatan jahit

(Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad)

Utang Usaha

Kas

(Pembayaran Utang ke Toko Sekawan)

Beban Gaji

Kas

(Pembayaran gaji pegawai)

Kas

Beban Administrasi

Utang Bank

(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)

Prive

Kas

(Prive Tn. Ali)

Kas

Piutang Usaha

(Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad)

Perlengkapan Jahit

Utang Usaha

(Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya

Utang Bank

Beban Bunga

Kas

(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)



Rp 4.000.000

Rp 1.200.000

Rp 800.000

Rp 300.000

Rp 1.500.000

Rp 1.700.000

Rp.800.000

Rp.200.000

Rp 1.750.000

Rp.250.000

Rp.400.000

Rp.1.400.000

Rp.200.00

Rp. 200.000

Rp. 30.000

Rp.4.000.000

Rp.1.200.000

Rp.800.000

Rp.300.000

Rp. 500.000

Rp.1.000.000

Rp. 1.700. 000

Rp.800.000

Rp 200.000

Rp.2.000.000

Rp.400.000

Rp. 1.400.000

Rp. 200.000

Rp.230.000

Dari jurnal di atas dapat diposting sebagai berikut:

BUKU BESAR

NAMA AKUN: KAS KODE:111

TGL KET REF DEBIT KREDIT SALDO
DEBIT KREDIT
MEI 1

4000000
4000000

2


1200000 2800000

4


800000 2000000

10

300000
2300000

12

19

20

21

22

25

31



1750000

1400000

500000

800000

200000

400000

230000

1800000

1000000

800.000

2550000

2.150.000

3.550.000

3.320.000


NAMA AKUN: PIUTANG KODE:112

TGL KET REF DEBIT KREDIT SALDO
DEBIT KREDIT

18

1700000
1700000

25


1400000 300000
























NAMA AKUN: PERLENGKAPAN

KODE:113

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

4

800000
800000

30

200000
1000000
























NAMA AKUN: SEWA DIBAYAR DIMUKA

KODE:114

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

2

1.200.000
1.200.000
































NAMA AKUN: PERALATAN JAHIT KODE:121

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

12

1.500.000
1.500.000
































NAMA AKUN: UTANG USAHA KODE:201

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

12


1000000
1000000

19

800000

200000

30


200000
400000
















NAMA AKUN:UTANG BANK KODE:202

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

21


2000000
2000000

31

200000

1800000
























NAMA AKUN:MODAL KODE:301

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

1

400.000
400.000
































NAMA AKUN:PRIVE KODE:302

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

22

400000
400000
































NAMA AKUN:PENDAPATAN JASA KODE:401

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

10

300000
300000

18

1700000
2000000
























NAMA AKUN:BEBAN GAJI KODE:503

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

20

200.000
200.000
































NAMA AKUN:BEBAN ADMINISTRASI KODE:502

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

21

250.000
250.000
































NAMA AKUN: BEBAN BUNGA KODE:503

TGL KET REF DEBET KREDIT SALDO
DEBET KREDIT

31

30.000
30.000
































A. JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

Fungsi jurnal meliputi :

1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja. Bentuk jurnal umum adalah :

Jurnal Umum

Halaman : (1)

Tanggal No Bukti Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
(2) (3) (4) (5) (6) (7)

Keterangan :

(1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.

(2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.

(3) Diisi nomor surat bukti transaksi.

(4) Diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.

(5) Diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.

(6) Dan (7) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.

Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan. Mekanisme Debet dan Kredit terlihat dalam tabel sebagai berikut :

Mekanisme Debet dan Kredit

No Jenis Akun Keterangan
Bertambah Berkurang
1 HARTA DEBET KREDIT Harta jika bertambah dicatat di Debet Harta jika berkurang dicatat di Kredit
2 UTANG KREDIT DEBET Utang jika bertambah dicatat di Kredit Utang jika berkurang dicatat di Debet
3 MODAL KREDIT DEBET Modal jika bertambah dicatat di Kredit Modal jika berkurang dicatat di Debet
4 PENDAPATAN KREDIT DEBET Pendapatan jika bertambah dicatat di Kredit Pendapatan jika berkurang dicatat di Debet
5 BEBAN DEBET KREDIT Beban jika bertambah dicatat di Debet Beban jika berkurang dicatat di Kredit

Berikut ini contoh pencatatan dalam jurnal umum untuk transaksi yang terjadi selama bulan Mei tahun 2006 di perusahaan ALI TAILOR

Transaksi 1 : 1 MEI

Tn. Ali menyetor uang pribadi ke dalam perusahaan “ALI TAILOR” sebagai modal awal usaha jahit sebesar Rp 4.000.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 4.000.000,- (Debet)

􀂃 Modal Tn. Ali Bertambah Rp 4.000.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 1 KasModal Tn. Ali

(Setoran modal awal Tn. Ali)

Rp4.000.000- -Rp4.000.000






Transaksi 2 : 2 MEI

Disewa sebuah ruko untuk usaha jahit dengan membayar Rp 1.200.000,- untuk 6 bulan.

Disewa sebuah ruko untuk usaha jahit dengan membayar Rp 1.200.000,- untuk 6 bulan.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Sewa Dibayar Dimuka bertambah Rp 1.200.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 1.200.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 2 Sewa Dibayar DimukaKas

(Pembayaran sewa ruko)

Rp 1.200.000- -Rp 1.200.000






Transaksi 3 : 4 MEI

Dibeli tunai perlengkapan jahit dari Toko Jaya dengan harga Rp 800.000,-


Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Perlengkapan Jahit bertambah Rp 800.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 800.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 4 Perlengkapan JahitKas

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya)

Rp 800.000- -Rp 800.000






Transaksi 4 : 10 MEI

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 10 KasPerlengkapan Jahit

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya)

Rp 300.000- -Rp 300.000
Telah diselesaikan jahitan pakaian langganan seharga Rp 300.000 dan langsung diterima pembayarannya.Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 300.000,- (Debet)

􀂃 Pendapatan perusahaan bertambah Rp 300.000,- (Kredit)



Telah diselesaikan jahitan pakaian langganan seharga Rp 300.000 dan langsung diterima pembayarannya.










Transaksi 5 :

Mei

12

Dibeli peralatan jahit dari Toko Sekawan seharga Rp 1.500.000,- baru dibayar Rp500.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Peralatan Jahit bertambah Rp 1.500.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 500.000,- (Kredit)

􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Sekawan) bertambah Rp 1.000.000,- (Kredit)

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 12 Peralatan JahitKas

Utang Usaha

(pembelian peraltan sebagian tunai ke Toko Sekawan)

Rp 1.500.000-

-

-Rp 500.000

Rp 1.000.000







Transaksi 6: MEI 18

Telah diselesaikan jahitan pakaian Tn. Ahmad seharga Rp 1.700.000 sudah dikirimkan tagihannya.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Piutang Usaha bertambah Rp 1.700.000,- (Debet)

􀂃 Pendapatan perusahaan bertambah Rp 1.700.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 18 Piutang UsahaPendapatan jahit

(Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad)

Rp 1.700.000- -Rp 1.700.000






TRANSAKSI 7: MEI 12

Dibayar ke Toko Sekawan Rp 800.000,- atas pembelian peralatan jahit tanggal 12 Mei.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 800.000,- (Kredit)

􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Sekawan) berkurang Rp 800.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 19 Utang UsahaKas

(Pembayaran Utang ke Toko Sekawan)

Rp 800.000- -Rp 800.000






TRANSAKSI 8:MEI 20

Dibayar gaji pegawai untuk 2 minggu kerja Rp 200.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 200.000,- (Kredit)

􀂃 Beban Gaji bertambah Rp 200.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 20 Beban GajiKas

(Pembayaran gaji pegawai)

Rp 200.000- -Rp 200.000






TRANSAKSI 9: MEI 21

Diterima pinjaman dari BPD JABAR Rp 2.000.000,- dikenakan biaya administrasi Rp250.000.
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 21 KasBeban Administrasi

Utang Bank

(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)

Rp 1.750.000Rp 250.000

-

Rp 2.000.000







TRANSAKSI 10:MEI 22

Tn. Ali mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi Rp 400.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 400.000,- (Kredit)

􀂃 Pengambilan pemilik (Prive) bertambah Rp 400.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 22 PriveKas

(Prive Tn. Ali)

Rp 400.000- -Rp 400.000






TRANSAKSI 11: MEI 23

Diterima pembayaran dari Tn. Ahmad Rp 1.400.000,- atas penyelesaian jahitan tanggal 18 Mei.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 1.400.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Piutang (ke Tn. Ahmad) berkurang Rp 1.400.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 25 KasPiutang Usaha

(Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad)

Rp1.400.000- -Rp1.400.000






TRANSAKSI 12 :MEI 30

Dibeli secara kredit perlengkapan jahit dari Toko Jaya dengan harga Rp 200.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Perlengkapan bertambah Rp 200.000,- (Debet)

􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Jaya) bertambah Rp 200.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 30 Perlengkapan JahitUtang Usaha

(Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya)

Rp 200.000- -Rp 200.000







TRANSAKSI 13: MEI 31

Dibayar cicilan ke BPD JABAR Rp 230.000,- termasuk bunga pinjaman Rp 30.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 230.000,- (Kredit)

􀂃 Beban Bunga bertambah Rp 30.000,- (Debet)

􀂃 Utang perusahaan ke Bank berkurang Rp 200.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 31 Utang BankBeban Bunga

Kas

(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)

Rp 200.000Rp 30.000

-

Rp 230.000







MAKA JURNAL SECARA UTUH TANGGAL 31 DESEMBER:

“ALI TAILOR”

JURNAL UMUM

Bulan Mei 2006

Halaman : 01

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit
Mei 1 KasModal Tn. Ali

(Setoran modal awal Tn. Ali)

Rp 4.000.000- -Rp4.000.000
2 Sewa Dibayar DimukaKas

(Pembayaran sewa ruko)

Rp 1.200.000- -Rp 1.200.000
4 Perlengkapan JahitKas

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya)

Rp 800.000- -Rp 800.000
10 KasPendapatan jahit

(Pendapatan jahit tunai)

Rp 300.000- -Rp 300.000
12 Peralatan JahitKas

Utang Usaha

(Pembelian peralatan sebagian tunai ke Toko Sekawan)

Rp 1.500.000-

-

-Rp 500.000

Rp 1.000.000

18 Piutang UsahaPendapatan jahit

(Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad)

Rp 1.700.000- -Rp 1.700.000
19 Utang UsahaKas

(Pembayaran Utang ke Toko Sekawan)

Rp 800.000- -Rp 800.000
20 Beban GajiKas

(Pembayaran gaji pegawai)

Rp 200.000- -Rp 200.000
21 KasBeban Administrasi

Utang Bank

(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)

Rp 1.750.000Rp 250.000

-

Rp 2.000.000

22 PriveKas

(Prive Tn. Ali)

Rp 400.000- -Rp 400.000
25 KasPiutang Usaha

(Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad)

Rp 1.400.000- -Rp 1.400.000
30 Perlengkapan JahitUtang Usaha

(Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya)

Rp 200.000- -Rp 200.000
31 Utang BankBeban Bunga

Kas

(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)

Rp 200.000Rp 30.000

-

Rp 230.000

A. JURNAL (Journal) adalah catatan akuntansi permanen yang pertama (book of original entry), yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara kronologis dengan menyebutkan akun yang di Debet maupun yang di Kredit.

Fungsi jurnal meliputi :

1. Fungsi historis, yaitu jurnal merupakan kegiatan mencatat semua transaksi keuangan secara kronologis atau berurutan sesuai dengan tanggal terjadinya.

2. Fungsi mencatat, yaitu jurnal merupakan pencatatan yang lengkap terperinci, artinya semua transaksi dengan sumbernya harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan.

3. Fungsi analisis, yaitu jurnal menganalisis transaksi untuk menentukan akun yang harus di Debet maaupun yang di Kredit.

4. Fungsi instruktif, yaitu jurnal merupakan perintah memposting dalam buku besar baik yang di Debet maupun yang di Kredit sesuai hasil analisis dalam jurnal.

5. Fungsi informatif, yaitu jurnal memberikan keterangan kegiatan perusahaan secara jelas.

Secara umum jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus. Pada semester ini kita akan membahas jurnal umum saja. Bentuk jurnal umum adalah :

Jurnal Umum

Halaman : (1)

Tanggal No Bukti Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
(2) (3) (4) (5) (6) (7)

Keterangan :

(1) Diisi dengan nomor halaman jurnal secara berurutan.

(2) Diisi dengan tanggal terjadinya transaksi secara berurutan dengan kronologis terjadinya transaksi.

(3) Diisi nomor surat bukti transaksi.

(4) Diisi dengan nama akun yang di debet ditulis terlebih dahulu, baris bawahnya ditulis akun yang di kredit dan ditulis menjorok ke sebelah kanan. Selanjutnya baris bawahnya ditulis penjelasan ringkas transaksi yang bersangkutan.

(5) Diisi nomor kode akun, tetapi ingat nomor kode akun ini diisi hanya jika akan diposting ke buku besar.

(6) Dan (7) diisi dengan jumlah rupiah dari akun yang di debet maupun yang di kredit.

Sebelum bukti transaksi keuangan dicatat dalam jurnal, terlebih dahulu dilakukan analisis untuk menentukan pengaruhnya terhadap akun-akun di perusahaan. Pola pencatatan transaksi dalam jurnal diatur dalam sebuah mekanisme Debet dan Kredit. Pengertian Debet dalam Akuntansi menunjukan sisi sebelah kiri dan Kredit menunjukan sebelah kanan. Mekanisme Debet dan Kredit terlihat dalam tabel sebagai berikut :

Mekanisme Debet dan Kredit

No Jenis Akun Keterangan
Bertambah Berkurang
1 HARTA DEBET KREDIT Harta jika bertambah dicatat di Debet Harta jika berkurang dicatat di Kredit
2 UTANG KREDIT DEBET Utang jika bertambah dicatat di Kredit Utang jika berkurang dicatat di Debet
3 MODAL KREDIT DEBET Modal jika bertambah dicatat di Kredit Modal jika berkurang dicatat di Debet
4 PENDAPATAN KREDIT DEBET Pendapatan jika bertambah dicatat di Kredit Pendapatan jika berkurang dicatat di Debet
5 BEBAN DEBET KREDIT Beban jika bertambah dicatat di Debet Beban jika berkurang dicatat di Kredit

Berikut ini contoh pencatatan dalam jurnal umum untuk transaksi yang terjadi selama bulan Mei tahun 2006 di perusahaan ALI TAILOR

Transaksi 1 : 1 MEI

Tn. Ali menyetor uang pribadi ke dalam perusahaan “ALI TAILOR” sebagai modal awal usaha jahit sebesar Rp 4.000.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 4.000.000,- (Debet)

􀂃 Modal Tn. Ali Bertambah Rp 4.000.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 1 KasModal Tn. Ali

(Setoran modal awal Tn. Ali)

Rp4.000.000- -Rp4.000.000






Transaksi 2 : 2 MEI

Disewa sebuah ruko untuk usaha jahit dengan membayar Rp 1.200.000,- untuk 6 bulan.

Disewa sebuah ruko untuk usaha jahit dengan membayar Rp 1.200.000,- untuk 6 bulan.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Sewa Dibayar Dimuka bertambah Rp 1.200.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 1.200.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 2 Sewa Dibayar DimukaKas

(Pembayaran sewa ruko)

Rp 1.200.000- -Rp 1.200.000






Transaksi 3 : 4 MEI

Dibeli tunai perlengkapan jahit dari Toko Jaya dengan harga Rp 800.000,-


Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Perlengkapan Jahit bertambah Rp 800.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 800.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 4 Perlengkapan JahitKas

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya)

Rp 800.000- -Rp 800.000






Transaksi 4 : 10 MEI

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 10 KasPerlengkapan Jahit

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya)

Rp 300.000- -Rp 300.000
Telah diselesaikan jahitan pakaian langganan seharga Rp 300.000 dan langsung diterima pembayarannya.Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 300.000,- (Debet)

􀂃 Pendapatan perusahaan bertambah Rp 300.000,- (Kredit)



Telah diselesaikan jahitan pakaian langganan seharga Rp 300.000 dan langsung diterima pembayarannya.










Transaksi 5 :

Mei

12

Dibeli peralatan jahit dari Toko Sekawan seharga Rp 1.500.000,- baru dibayar Rp500.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Peralatan Jahit bertambah Rp 1.500.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 500.000,- (Kredit)

􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Sekawan) bertambah Rp 1.000.000,- (Kredit)

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 12 Peralatan JahitKas

Utang Usaha

(pembelian peraltan sebagian tunai ke Toko Sekawan)

Rp 1.500.000-

-

-Rp 500.000

Rp 1.000.000







Transaksi 6: MEI 18

Telah diselesaikan jahitan pakaian Tn. Ahmad seharga Rp 1.700.000 sudah dikirimkan tagihannya.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Piutang Usaha bertambah Rp 1.700.000,- (Debet)

􀂃 Pendapatan perusahaan bertambah Rp 1.700.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 18 Piutang UsahaPendapatan jahit

(Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad)

Rp 1.700.000- -Rp 1.700.000






TRANSAKSI 7: MEI 12

Dibayar ke Toko Sekawan Rp 800.000,- atas pembelian peralatan jahit tanggal 12 Mei.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 800.000,- (Kredit)

􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Sekawan) berkurang Rp 800.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 19 Utang UsahaKas

(Pembayaran Utang ke Toko Sekawan)

Rp 800.000- -Rp 800.000






TRANSAKSI 8:MEI 20

Dibayar gaji pegawai untuk 2 minggu kerja Rp 200.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 200.000,- (Kredit)

􀂃 Beban Gaji bertambah Rp 200.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 20 Beban GajiKas

(Pembayaran gaji pegawai)

Rp 200.000- -Rp 200.000






TRANSAKSI 9: MEI 21

Diterima pinjaman dari BPD JABAR Rp 2.000.000,- dikenakan biaya administrasi Rp250.000.
Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 21 KasBeban Administrasi

Utang Bank

(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)

Rp 1.750.000Rp 250.000

-

Rp 2.000.000







TRANSAKSI 10:MEI 22

Tn. Ali mengambil uang perusahaan untuk keperluan pribadi Rp 400.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 400.000,- (Kredit)

􀂃 Pengambilan pemilik (Prive) bertambah Rp 400.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 22 PriveKas

(Prive Tn. Ali)

Rp 400.000- -Rp 400.000






TRANSAKSI 11: MEI 23

Diterima pembayaran dari Tn. Ahmad Rp 1.400.000,- atas penyelesaian jahitan tanggal 18 Mei.

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas bertambah Rp 1.400.000,- (Debet)

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Piutang (ke Tn. Ahmad) berkurang Rp 1.400.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 25 KasPiutang Usaha

(Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad)

Rp1.400.000- -Rp1.400.000






TRANSAKSI 12 :MEI 30

Dibeli secara kredit perlengkapan jahit dari Toko Jaya dengan harga Rp 200.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Perlengkapan bertambah Rp 200.000,- (Debet)

􀂃 Utang perusahaan (ke Toko Jaya) bertambah Rp 200.000,- (Kredit)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 30 Perlengkapan JahitUtang Usaha

(Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya)

Rp 200.000- -Rp 200.000







TRANSAKSI 13: MEI 31

Dibayar cicilan ke BPD JABAR Rp 230.000,- termasuk bunga pinjaman Rp 30.000,-

Analisis transaksi :

􀂃 Harta perusahaan dalam bentuk Kas berkurang Rp 230.000,- (Kredit)

􀂃 Beban Bunga bertambah Rp 30.000,- (Debet)

􀂃 Utang perusahaan ke Bank berkurang Rp 200.000,- (Debet)

Jurnal :

Tanggal Nama Akun dan Keterangan Ref Debet Kredit
Mei 31 Utang BankBeban Bunga

Kas

(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)

Rp 200.000Rp 30.000

-

Rp 230.000







MAKA JURNAL SECARA UTUH TANGGAL 31 DESEMBER:

“ALI TAILOR”

JURNAL UMUM

Bulan Mei 2006

Halaman : 01

Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit
Mei 1 KasModal Tn. Ali

(Setoran modal awal Tn. Ali)

Rp 4.000.000- -Rp4.000.000
2 Sewa Dibayar DimukaKas

(Pembayaran sewa ruko)

Rp 1.200.000- -Rp 1.200.000
4 Perlengkapan JahitKas

(Pembelian tunai perlengkapan dari Toko Jaya)

Rp 800.000- -Rp 800.000
10 KasPendapatan jahit

(Pendapatan jahit tunai)

Rp 300.000- -Rp 300.000
12 Peralatan JahitKas

Utang Usaha

(Pembelian peralatan sebagian tunai ke Toko Sekawan)

Rp 1.500.000-

-

-Rp 500.000

Rp 1.000.000

18 Piutang UsahaPendapatan jahit

(Pendapatan jahit dalam tagihan ke Tn. Ahmad)

Rp 1.700.000- -Rp 1.700.000
19 Utang UsahaKas

(Pembayaran Utang ke Toko Sekawan)

Rp 800.000- -Rp 800.000
20 Beban GajiKas

(Pembayaran gaji pegawai)

Rp 200.000- -Rp 200.000
21 KasBeban Administrasi

Utang Bank

(Penerimaan pinjaman dari Bank dipotong bunga)

Rp 1.750.000Rp 250.000

-

Rp 2.000.000

22 PriveKas

(Prive Tn. Ali)

Rp 400.000- -Rp 400.000
25 KasPiutang Usaha

(Penerimaan pembayaran tagihan jahitan Tn Ahmad)

Rp 1.400.000- -Rp 1.400.000
30 Perlengkapan JahitUtang Usaha

(Pembelian perlengkapan secara kredit ke Toko Jaya)

Rp 200.000- -Rp 200.000
31 Utang BankBeban Bunga

Kas

(Pembayaran cicilan ke BPD ditambah bunganya)

Rp 200.000Rp 30.000

-

Rp 230.000